Logo Konseling

Selasa, 25 Januari 2011

Makna Logo Konseling

Makna Logo Konseling

Gambaran (visualisasi abstrak) tentang kegiatan konseling (sebagai upaya pendidikan ) yang melibatkan pelayanan
konselor terhadap klien dengan potensi dan arah KES/KES-T nya dalam kondisi lingkungan untuk tujuan kemanusiaan
seutuhnya.
A. Makna Tiap Komponen
1. Lingkaran Besar
- Makro-kosmos
- Manusia seutuhnya
- Pendidikan
2. Lingkaran Kecil
- Mikro-kosmos
- Individu yang sedang berkembang
- Konseling
3. Garis Vertikal
- Tujuan normatif, kemanusiaan seutuhnya, HMM
- Kemandirian
- Layanan terhadap klien secara konsisten dan intensif
4. Garis Mendatar
- Dasar pemberian layanan: kompetensi diri dan arah KES/KES-T klien
- Kondisi lingkungan budaya, nilai dan moral
5. Lingkaan Kecil dan Garis Vertikal
- Gambaran logo psikologi
B. Makna Keterkaitan antarkomponen
1. Lingkaran besar - lingkaran kecil, menjadi satu
a. Makna Filosofis
- Makro-kosmos dan micro-kosmos menjadi satu
- Manusia seutuhnya dan individu yang sedang berkembang, menjadi satu
- Dua unsur yang ada, serasi menjadi satu
b. Makna Keprofesionalan
- Pendidikan dan konseling (yang mana konseling berada di dalam pendidikan), menjadi satu
- Pendidik (konselor) dan peserta didik (klien) menjadi satu
- Teori dan pratik (dalam pendidikan dan konseling), menjadi satu
- Tujuan dan upaya pencapaiannya (dalam pendidikan dan konseling), menjadi satu
- Masalah dan solusinya (dalam pendidikan dan konseling), menjadi satu
2. Garis Vertikal - Garis mendatar, menjadi satu
- Dalam konseling arah KES/KES-T dan solusinya bersesuaian, menjadi satu
- Lingkaran budaya-nilai-moral dan kemandirian klien, bersesuaian dan menjadi satu
3. Keempat unsur, menjadi satu
- Dalam konseling, kaidah-kaidah pendidikan dan konseling, serta kemanusiaan yang utuh dan individu yang sedang
berkembang, menjadi satu
- Dalam konseling, unsur-unsur klien dan arah KES/KES-T nya serta konselor dan upaya pelayanannya,menjadi satu
4. Gambaran Logo Psikologi
- Sejumlah kaidah psikologi digunakan sebagai “alat” dalam konseling
5. Logo Konseling (secara menyeluruh)
o Gambaran (visualisasi abstrak) tentang kegiatan konseling (sebagai upaya pendidikan) yang melibatkan pelayanan
konselor terhadap klien dengan potensi dan arah KES/KES-T nya dalam kondisi lingkungan untuk tujuan kemanusiaan
seutuhnya.
Read More … Makna Logo Konseling

Pengembangan Diri Melalui Ekstrakurikuler

A. STRUKTUR KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

1. Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling. Kegiatan ekstrakurikuler untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.

2. Paradigma, Visi dan Misi

a. Paradigma

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan fisik, psikologis dan sosial dalam bingkai budaya guna mengembangkan potensi, bakat, dan minat peserta didik. Artinya, pengembangan berdasarkan kaidah-kaidah fisiologis, psikologis, sosiologis, dan keilmuan, serta teknologi pendidikan yang dikemas dalam kaji-terapan program kegiatan yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

b. Visi

Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

c. Misi

1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.

2) Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengekspresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

3. Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler

a. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.

b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.

c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.

d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.

4. Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela oleh peserta didik.
c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

5. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).

b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.

c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan.

d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.

6. Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler

a. Individual, yaitu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.

b. Kelompok, yaitu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.

c. Klasikal, yaitu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas.

d. Gabungan, yaitu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik antarkelas/antarsekolah/antarmadrasah.

e. Lapangan, yaitu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.


B. PERENCANAAN KEGIATAN

Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang memuat unsur-unsur:

1. Sasaran kegiatan

2. Substansi kegiatan

3. Pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, serta keorganisasiannya

4. Waktu dan tempat

5 Sarana

(Lampiran 10 dan 11)


C. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.

2. Kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. (Lampiran 12 dan 13)


D. PENILAIAN KEGIATAN

Penilaian kegiatan ekstrakurikuler dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif disertai deskripsi pada kolom pengembangan diri di laporan hasil belajar. Hasil penilaian yang dituliskan adalah proses dan ketercapaian hasil kegiatan. Disamping itu hasil penilaian kegiatan ekstrakurikuler juga dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.

(Lampiran 14, 15, 16, 17 dan18)


E. PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ekstrakurikuler adalah pendidik dan atau tenaga kependidikan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud.


F. PENGAWASAN KEGIATAN

1. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.

2. Pengawasan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan secara:

a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. eksteren, oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki kewenangan membina kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud.

3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah.
Read More … Pengembangan Diri Melalui Ekstrakurikuler

Kamis, 13 Januari 2011

Paradigma dan Visi Konseling

A. STRUKTUR PELAYANAN KONSELING

Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan konseling juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

1. Pengertian Konseling

Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku....

2. Paradigma, Visi, dan Misi

a. Paradigma

Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

b. Visi

Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

c. Misi

1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah, keluarga dan masyarakat.

3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

3. Tugas Perkembangan Peserta Didik SMA/MA

Arah pelayanan konseling dalam mencapai visi dan misi di atas didasarkan pada pemenuhan tugas-tugas perkembangan peserta didik SMA/MA, yaitu:
a. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
c. Mencapai kematangan pertumbuhan fisik yang sehat.
d. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
e. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
f. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
g. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
h. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
i. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.


4. Bidang Pelayanan Konseling

a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.

d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

5. Fungsi Konseling
a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
d. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
e. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

6. Prinsip dan Asas Konseling
a. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
b. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.

7. Jenis Pelayanan Konseling

a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.

d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.

f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.

g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.



Read More … Paradigma dan Visi Konseling

Senin, 10 Januari 2011

Contoh Format Satuan Konferensi Kasus


SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG
KONFERENSI KASUS

A.
Topik Permasalahan/Bahan
:


B.
Bidang Bimbingan
:


C.
Jenis Kegiatan
:


D.
Fungsi Kegiatan
:


E.
Tujuan Kegiatan / Hasil Yang Ingin  Dicapai  :


-                

F.
Subyek Yang Mengalami Masalah   :


-               

G.
Gambaran Ringkas Masalah
:



                                                                                             

H.
Tempat Penyelenggaraan
:



-                

I.
Waktu dan Tanggal                                :


-                

J.
Penyelenggara Kegiatan
:



-          

K.
Pihak-pihak Yang Disertakan  Dalam Penyelenggaraan Kegitan dan Peran Masing-masing                   :


-                

L.
Bahan dan Keterangan Yang Dibawa Dalam Pertemuan        :


-          

M.
Penggunaan Hasil Pertemuan
:



-                

N.
Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut          :


-               

O.
Keterkaitan Kegiatan Ini dengan Layanan/Kegiatan Pendukung     :


-                

P.
Catatan Khusus
:



-                


Mengetahui                                                                                           
Kepala SMAN 3 Majene                                        Guru Pembimbing


Drs. Syamsul MS, M.Si                                          Arman, S.Pd
NIP. 131414320                                                       NIP. 580028933





Read More … Contoh Format Satuan Konferensi Kasus

Jumat, 07 Januari 2011

Contoh satuan layanan bimbingan konseling



SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Standar Kompetensi : Mampu mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.
Kompetensi Dasar : Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efesien,  baik dalam mencari informasi maupun sumber-sumber belajar lainnya.

A. Topik permasalahan/Bahasan         : Program dan disiplin dalam belajar
B. Bidang Bimbingan                         : Bimbingan pribadi dan  belajar
C. Jenis Layanan                                 : Informasi dan  pembelajaran
D. Fungsi Layanan                              : Pemahaman dan pencegahan
E. Tujuan Layanan/Hasil yang
     Ingin dicapai                                  : Siswa dapat memahami dan menerapkan program dan disiplin belajar, baik dirumah maupun di sekolah
F. Sasaran layanan                              : Siswa kelas  X
G. Uraian kegiatan                              : - Menjelaskan tujuan  layanan ini.
-          Pengertian program dan disiplin belajar
-          Menjelaskan  contoh-contoh disiplin dan program belajar yang baik
-          Menyimpulkan

H. Metode                                           :  Ceramah dan Diskusi
I.  Tempat penyelenggaraan                :  Ruang kelas
J. Waktu/tanggal/Thn.Pelajaran          :  45 menit/                                          / 2008   / 2009
K. Penyelenggaran Layanan               :  Guru pembimbing
L. Pihak-pihak yang disertakan dalam
    penyelenggara layanan dan peran  :  tidak ada
    masing-masing.                                          
M. Alat dan perlengkapan yang di-
     gunakan                                          : Spidol dan papan tulis, LCD
N. Rencana penilaian dan tindak
     lanjut layanan                                 : Antusias siswa dalam mengikuti layanan ini dan siswa dapat menerapkan nya dalam kehidupannya.
O. Keterkaitan layanan dengan
     Layanan/kegiatan pendukung.       : Konseling individu dan Himpunan data
P.  Catatan khusus                              : Siswa yang berkelainan atau sangat sulit belajar di arahkan untuk konseling individu dan kunjungan rumah.





Mengetahui,                                                                            Majene,     Desember  2008
Kepala Sekolah                                                                       Konselor




Drs. Syamsul MS, M.Si                                                         Arman, S.Pd
NIP.131414320                                                                      NIP.580028933









SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Standar Kompetensi : Mewujudkan pemahaman diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki potensi bakat dan minat yang mantap dan mandiri
Kompetensi Dasar : Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan kreatif dan pproduktif di masa depan.

A. Topik permasalahan/Bahasan         : Potensi dan ciri diri
B. Bidang Bimbingan                         : Bimbingan pribadi dan Sosial
C. Jenis Layanan                                 : Layanan Informasi
D. Fungsi Layanan                              : Pemahaman dan pencegahan serta pengembangan
E. Tujuan Layanan/Hasil yang
     Ingin dicapai                                  : Siswa mampu menjabarkan ciri-ciri potensi diri
F. Sasaran layanan                              : Siswa kelas  X
G. Uraian kegiatan                              : 1. Menjelaskan pengertian ciri dan potensi diri
                                                              2. Mengidentifikasi cirri/potensi diri
                                                              3. Menyimpulkan
                                                                          
H. Metode                                           : Ceramah dan Tanya jawab
I.  Tempat penyelenggaraan                : Ruang kelas
J. Waktu/tanggal/Thn.Pelajaran          :  90 menit/                                          / 2008   / 2009
K. Penyelenggaran Layanan               : Guru pembimbing
L. Pihak-pihak yang disertakan dalam
    penyelenggara layanan dan peran  : Tidak ada
    masing-masing.                                          
M. Alat dan perlengkapan yang di-
     gunakan                                          : Papan dan spidol serta laptop.
N. Rencana penilaian dan tindak
     lanjut layanan                                 : Antusias siswa dalam mengikuti layanan ini.

O. Keterkaitan layanan dengan
     Layanan/kegiatan pendukung.       : Himpunan data dan konseling individu
P.  Catatan khusus                              :





Mengetahui,                                                                            Majene,    Desember  2008
Kepala Sekolah                                                                       Konselor





Drs. Syamsul MS, M.Si                                                         Arman, S.Pd
NIP.131414320                                                                      NIP.580028933












SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Standar Kompetensi : Mewujudkan pemahaman diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki potensi bakat dan minat yang mantap dan mandiri
Kompetensi Dasar : Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan kreatif dan produktif di masa depan.

A. Topik permasalahan/Bahasan         : Bakat dan Minat siswa
B. Bidang Bimbingan                         : Bimbingan menyeluruh
C. Jenis Layanan                                 : Layanan Informasi
D. Fungsi Layanan                              : Pemahaman dan pencegahan serta pengembangan
E. Tujuan Layanan/Hasil yang
     Ingin dicapai                                  : Siswa mampu mengenal bakat dan minatnya serta mengembangkannya untuk masa depan.
F. Sasaran layanan                              : Siswa kelas  X
G. Uraian kegiatan                              : 1. Menjelaskan pentingnya mengetahui bakat dan minat
  2. Mengidentifikasi bakat dan minat siswa
                                                              3. Menyimpulkan
                                                                          
H. Metode                                           : Ceramah dan Tanya jawab
I.  Tempat penyelenggaraan                : Ruang kelas
J. Waktu/tanggal/Thn.Pelajaran          :  90 menit/                                          / 2008   / 2009
K. Penyelenggaran Layanan               : Guru pembimbing
L. Pihak-pihak yang disertakan dalam
    penyelenggara layanan dan peran  : Tidak ada
    masing-masing.                                          
M. Alat dan perlengkapan yang di-
     gunakan                                          : Papan dan spidol serta laptop.
N. Rencana penilaian dan tindak
     lanjut layanan                                 : Antusias siswa dalam mengikuti layanan ini.

O. Keterkaitan layanan dengan
     Layanan/kegiatan pendukung.       : Himpunan data dan konseling individu
P.  Catatan khusus                              : Siswa yang berbakat dalam bidang tertentu diarahkan lebih lanjut dan bekerjasama dengan guru lain.




Mengetahui,                                                                            Majene,     Agustus    2008
Kepala Sekolah                                                                       Konselor




Drs. Syamsul MS, M.Si                                                         Arman, S.Pd
NIP.131414320                                                                      NIP.580028933
Read More … Contoh satuan layanan bimbingan konseling